Senin, 26 Maret 2012

Penaikan harga BBM & realokasi anggaran

TUGAS RESENSI
1. Data Publikasi
a.Judul : Penaikan harga BBM & realokasi anggaran

b.Penulis : Pri Agung Rakhmanto
c.Penerbit : bisnis indonesia
d.Tanggal / No.Penerbitan: Senin, 26 Maret 2012 | 09:31 WIB
e.Tema : perkiraan imbas kenaikan harga BBM

2.Ringkasan
Penolakan terhadap rencana penaikan harga BBM ber subsidi, baik yang berkem bang melalui opini dan persepsi yang terbentuk di media maupun yang termanifestasikan melalui kegiatan aksi di lapangan, menjelang 1 April 2012 ini terasa semakin meningkat. Padahal, publik semula cenderung lebih memilih penaikan harga BBM ketika dihadapkan pada pilihan kebijakan lainnya, pembatasan BBM. Publik menilai penaikan harga BBM lebih rasional dibandingkan dengan pembatasan BBM yang kompleks dalam penyediaan infrastruktur dan memerlukan pengawasan ketat dalam implementasinya.
Namun, di dalam konteks opini dan persepsi yang terbentuk di masyarakat, dukungan publik untuk lebih memilih penaikan harga BBM tersebut tampaknya gagal dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah sehingga gelombang penolakan terasa semakin bereskalasi. Setidaknya ada dua faktor utama yang menyebabkannya.
Pertama, rentang waktu yang terlalu lama antara pernyataan untuk menaikkkan harga BBM dan eksekusi dari pernyataan itu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa mau tidak mau harga BBM harus naik pada 20 Februari 2012. Sementara, karena keharusan untuk menempuh prosedur politik mengubah UU APBN 2012 menjadi UU APBN Perubahan (APBN-P) 2012 yang memerlukan persetujuan DPR membuat pelaksanaan penaikan harga BBM itu sendiri baru dapat dilakukan paling cepat pada 1 April 2012.
Durasi waktu yang terlalu lama (lebih dari 1 bulan) ini membawa implikasi negatif yang sangat serius terhadap rencana penaikan harga BBM baik secara ekonomi maupun politik. Secara ekonomi, harga-harga barang dan jasa sudah mulai beranjak naik, mendahului penaikan harga BBM. Sejalan dengan itu, penimbunan BBM oleh spekulan juga kian marak terjadi yang menyebabkan lonjakan konsumsi BBM melebihi normal, dan menyisakan kelangkaan dan antrean BBM di sejumlah daerah.
3.Keunggulan
Menurut saya ke unggulan dari artikel ini sangat baik untuk di publikasikan kepada masyarakat umum. Supaya para pembaca dapat mengetahui bahwa kenaikan BBM sangat berpengaruh terhadap rakyat kecil sehingga membuat rakyat kecil semakin miskin karma kenaikan BBM.
4.Kelemahan
Menurut saya kelemahan dari artikel ini kurangnya memberi solusi yang baik , supaya pembaca dapat melakukan dan berfikir positif apa yang di bahas dalam judul tersebut.
5.Pendapat Akhir / Saran
Saran yang akan saya berikan adalah agar artikel ini memberi solusi yang baik dari judul yang akan di bahas, tidak berbelit – belit dalam penulisan artikel dan memberi motivasi kepada pembaca agar pembaca tidak merasa bosan untuk membacanya.

Rabu, 12 Oktober 2011

tugas perilaku konsumen


1. jelaskan apa yang di maksud dengan konsumen dan ciri ciri konsumen ?
2. jelaskan apa yang di maksud dengan prilaku konsumen ?
3.jelaskan penggunaan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran?
4.jelaskan factor factor yang mempengaruhi penganbilan keputusan konsumen untuk pembelian ulang suatu produk ?
jawab:
1.Menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK, “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”
Ciri – cirri konsumen :
  • selalu ingin mengeluar kan biaya yang murah
  • selalu ingin dapat barang yang murah tpi kualitas tidak murahan
  • memiliki barang yang bermerek,
  • menginginkan kualitas barang atau produksi yang unggul atau baik
2. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action” (p.3).
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” (p.5).
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
3. sekmen pasar adalah sasaran pemasaran sebuah produk atau jasa yang di produksi atau dihasilkan oleh produsen atau tenaga ahli, dalam kaitannya dengan penetapan strategi pemasaran harus jelas produk atau jasa yang akan di pasarkan sehingga dalam penentuan segmen atau sasaran pemasaran akan lebih mudah dan terarah, karena penetapan strategi memerlukan sasaran yang jelas dalam penentuannya
4.  mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat membeli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat membeli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat.
Super dan Crites (Lidyawatie, 1998) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, yaitu :  
a. Perbedaan pekerjaan, artinya dengan adanya perbedaan pekerjaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain.
b. Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang mempunyai sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya daripada yang mempunyai sosial ekonomi rendah.
c. Perbedaan hobi atau kegemaran, artinya bagaimana seseorang menggunakan waktu senggangnya.
d. Perbedaan jenis kelamin, artinya minat wanita akan berbeda dengan minat pria, misalnya dalam pola belanja.
e. Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas benda dan seseorang.

Sedangkan menurut Kotler, Bowen, dan Makens (1999) terdapat dua faktor yang mempengaruhi minat beli seseorang dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu situasi tidak terduga (Unexpected situation) dan sikap terhadap orang lain (Respect to Others)


Minggu, 02 Oktober 2011

Jenis produk handphone


Saya ingin membeli handphone jenis produk nya handphone cina .
Sebelum saya membeli handphone itu yaitu handphone maxtron, saya mencari informasi apakah handphone itu bagus untuk mengakses dan berkomunikasi dengan baik dan jelas. Akhirnya saya melihat dan bertanya- Tanya kepada teman saya,  yang mempunyai handphone sama précis dengan yang saya ingin kan.  Setelah  saya memastikan, bahwa handphone itu bagus dan layak untuk saya pergunakan. Kemudian saya membeli handphone merek tersebut dan harganya relative murah. Setelah saya memakai produk tersebut selama berbulan-bulan ternyata memuaskan.  

Kamis, 30 Juni 2011

Cara Menghindari Harmonisasi Berlebihan

  • Jaga isyarat tangan anda agar tetap berada dalam zona kongruen, yaitu yaitu zona diantara pundak dan pinggang.
  •  Semakin tinggi posisi tangan anda, akan semakin tampak tidak harmonis.
  • Tanyakan kepada diri anda: apakah anda seorang yang tergila-gila dan terlalu bersemangat dengan bahan yang akan anda sampaikan? ,
  •  jika jawabannya tidak (jujur itu lebih baik), turunkan nada bicara anda beberapa not.
  • Coba lah  lagi berdiri di depan cermin besar dan berlatihlah mengurangi kekuatan bahasa tubuh yang berlebihan. 
  • Ulangi kata-kata ini: “kami menjual produk berkualitas terbaik dengan harga termurah”, dan berusahalah terlihat meyakinkan. Mulailah dengan melambaikan tangan kuat-kuat, lalu turunkan kekuatannya sedikit demi sedikit sampai anda tidak bergerak sama sekali. Lambaikan lagi dari ke kuat sampai anda mendapatkan kekuatan gerakan yang sesuai.

Rabu, 29 Juni 2011

Sepuluh Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Melamar Pekerjaan


1.      perusahaan bisa saja merekrut anda hanya berdasarkan CV atau kualifikasi diri anda. Namun selain melihat anda dari CV , mereka juga bermaksud menilai rupa dan penampilan anda pada saat wawancara. Oleh karena itu, kesan pertama sangatlah penting.
2.      mereka mengamati apakah anda terlihat “normal”. Jadi , simpanlah kaus kaki berpola bintik-bintik anda untuk hari lain saja.
3.      mereka mengamati anda untuk menilai kepribadian anda. Jika anda mendapatkan pekerjaan yang mereka tawarkan, anda harus menyesuaikan diri dengan tim yang sudah ada.
4.      mereka mengamati anda untuk melihat bagaimankah anda menguasai skenario tempat kerja. Cobalah fokuskan perhatian anda, apakah mereka mengajukan pertanyaan tentang kasus tertentu atau yang bersifat hipotesis.
5.      bisa jadi mereka sama gugupnya dengan anda.
6.      mereka juga menginginkan anda menjadi hebat. Wawancara perekrutan memakan biaya , menghabiskan waktu, dan sangat mungkin  membosankan.mereka bener-bener menginginkan anda untuk menjawab harapan anda , dan proses “menyukai” ini akan terus berlangsung sampai anda berbuat kesalahan yang menyadarkan mereka bahwa mereka keliru.
7.      anda akan menjadi tontonan bahkan sebelum anda sampai di tempat kerja. Tanpa mengharapkan anda terlihat terlalu akrab, perhatikanlah hal-hal seperti kamera pengawas.
8.      momen kunci anda adalah saat anda memasuki dan meninggalkan ruangan. Keduanya akan menciptakan kesan yang mendalam.
9.      semakin lama wawancara berlangsung, semakin semakin baik hasil yang akan anda dapatkan. Hanya respons emosional anda yang akan mengancam kesempatan anda. Gunakanlah  tiap-tiap wawancara sebagai pengalaman. Sepertinya halnya mengemudi , semakin lama anda berkendara , anda akan menjadi lebih terampil .
10.  wawancara adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan , tapi bukan ajang untuk menjadi pusat perhatian . anda mempunyai dua telinga, satu otak, dan satu mulut. Gunakanlah semuanya secara seimbang. Mendengar-berfikir- berbicara. Pewawancara anda akan serius mencari tahu kapasitas anda untuk belajar, memahami dan mengikuti perintah. Hanya sedikit wawancara yang bertujuan untuk merekrut seseorang dengan kemampuan berbicara yang lebih. Jadi, dengarkan lah pertanyaan dengan baik. Saya pernah berada dalam situasi ketika pewawancara mengajukan satu pertanyaan dan pelamar menjawab dengan keliru, karena dia gagal menangkap pertanyaannya. Anda pasti terkejut bila mengetahui bahwa hal seperti itu sering terjadi.
 

Senin, 14 Maret 2011

Teori Siklus Ibn Khaldun

Asal Mula Negara (daulah)
Menurut Ibn Khaldun manusia diciptakan sebagai makhluk politik atau sosial, yaitu makhluk yang selalu membutuhkan orang lain dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan (dharury) (Muqaddimah: 41).
Setelah organisasi masyarakat terbentuk, dan inilah peradaban, maka masyarakat memerlukan seseorang yang dengan pengaruhnya dapat betindak sebagai penengah dan pemisah antara anggota masyarakat. Ia adalah seseorang dari masyarakat itu sendiri, seorang yang berpengaruh kuat atas anggota masyarakat, mempunyai otoritas dan kekuasaan atas mereka sebagai pengendali/ wazi’ (الوازع)
Menurut Ibn Khaldun manusia memerlukan bantuan dalam hal pembelaan diri terhadap ancaman bahaya. Hal ini karena Allah ketika menciptakan alam semesta telah membagi-bagi kekuatan antara makhluk-makhluk hidup, bahkan banyak hewan-hewan yang mempunyai kekuatan lebih dari yang dimiliki oleh manusia. Dan watak agresif adalah sesuatu yang alami bagi setiap makhluk. Oleh karenanya Allah memberikan kepada masing-masing makhluk hidup suatu anggota badan yang khusus untuk membela diri. Sedang manusia diberikan akal atau kemampuan berfikir dan dua buah tangan oleh Tuhan.
Contoh :
Dari butir-butir gandum untuk menjadi potongan roti memerlukan proses yang panjang. Butir-butir gandum tersebut harus ditumbuk dulu, untuk kemudian dibakar sebelum siap untuk dimakan, dan untuk semuanya itu dibutuhkan alat-alat yang untuk mengadakannya membutuhkan kerjasama dengan pandai kayu atau besi. Begitu juga gandum-gandum yang ada, tidak serta merta ada, tetapi dibutuhkan seorang petani. Artinya, manusia dalam mempertahankan hidupnya dengan makanan membutuhkan manusia yang lain. (Muqaddimah: 42).
Kebutuhan akan adanya seseorang yang mempunyai otoritas dan bisa mengendalikan ini kemudian meningkat. Didukung dengan rasa kebersamaan yang terbentuk bahwa seorang pemimpin (rais) dalam mengatur dan menjadi penengah tidak dapat bekerja sendiri sehingga membutuhkan tentara yang kuat dan loyal, perdana Menteri, serta pembantu-pembantu yang lain hingga terbentuklah sebuah Dinasti (daulah) atau kerajaan (mulk). (Muqaddimah: 139).
Pemikiran Ibn Khaldun dalam hal ini agaknya mirip dengan yang dikemukakan oleh Aristoteles, Farabi, Ibn Abi Rabi’, al-Mawardi. Sehingga pemikirannya dalam hal ini bukan hal baru, meskipun ia sendiri mengatakan bahwa teorinya ini adalah yang baru. Tetapi yang membedakannya bahwa penelitian yang dilakukan Ibn Khaldun dalam Muwaddimahnya bukan sekadar kajian filososif, melainkan kajian yang berdasarkan pada pengamatan Inderawi dan analisis perbandingan data-data yang obyektif, sebagai upaya untuk memahami manusia pada masa lampau dan kini untuk meramalkan masa depan dengan berbagai kecenderungannya.
Sosiologi Masyarakat:Peradaban Badui, Orang Kota, dan Solidaritas Sosial
Ibn Khaldun berpendapat bahwa ada faktor lain pembentuk Negara (daulah), yaitu ‘ashabiyah (العصبـيّة). Teorinya tentang ‘ashabiyah inilah yang melambungkan namanya dimata para pemikir modern, teori yang membedakannya dari pemikir Muslim lainnya. ‘Ashabiyah mengandung makna Group feeling, solidaritas kelompok, fanatisme kesukuan, nasionalisme, atau sentimen sosial. Yaitu cinta dan kasih sayang seorang manusia kepada saudara atau tetangganya ketika salah satu darinya diperlakukan tidak adil atau disakiti.
Ibn Khaldun ini menerangkan bahwa ada dua kategori sosial fundamental yaitu Badawah (بداوة)(komunitas pedalaman, masyarakat primitif, atau daerah gurun) dan Hadharah (حضارة)(kehidupan kota, masyarakat beradab). Keduanya merupakan fenomena yang alamiah dan Niscaya (dharury) (Muqaddimah: 120).
Penduduk kota menurutnya banyak berurusan dengan hidup enak. Mereka terbiasa hidup mewah dan banyak mengikuti hawa nafsu. Jiwa mereka telah dikotori oleh berbagai macam akhlak tercela. Sedangkan orang-orang Badui, meskipun juga berurusan dengan dunia, namun masih dalam batas kebutuhan, dan bukan dalam kemewahan, hawa nafsu dan kesenangan (Muqaddimah: 123)
Mereka larut dalam kenikmatan dan kemewahan. Mereka mempercayakan urusan keamanan diri dan harta kepada penguasa. Sedangkan orang Badui hidup memencilkan diri dari masyarakat. Mereka hidup liar di tempat-tempat jauh di luar kota dan tak pernah mendapatkan pengawasan tentara. . Karena itu, mereka sendiri yang mempertahankan diri mereka sendiri dan tidak minta bantuan pada orang lain (Muqaddimah: 125).
Di dalam memimpin kaum, harus ada satu solidaritas sosial yang berada di atas solidaritas sosial masing-masing individu. Sebab, apabila solidaritas masing-masing individu mengakui keunggulan solidaritas sosial sang pemimpin, maka akan siap untuk tunduk dan patuh mengikutinya (Muqaddimah: 132).
Tujuan terakhir solidaritas adalah kedaulatan. Karena solidaritas sosial itulah yang mempersatukan tujuan, mempertahankan diri dan mengalahkan musuh.Begitu solidaritas sosial memperoleh kedaulatan atas golongannya, maka ia akan mencari solidaritas golongan lain yang tak ada hubungan dengannya. Jika solidaritas sosial itu setara, maka orang-orang yang berada di bawahnya akan sebanding. Jika solidaritas sosial dapat menaklukan solidaritas lain, keduanya akan bercampur yang secara bersama-sama menuntun tujuan yang lebih tinggi dari kedaulatan. Akhirnya, apabila suatu negara sudah tua umurnya dan para pembesarnya yang terdiri dari solidaritas sosial sudah tidak lagi mendukungnya, maka solidaritas sosial yang baru akan merebut kedaulatan negara. . Inilah yang terjadi pada orang-orang Turki yang masuk ke kedaulatan Bani Abbas (Muqaddimah: 139-140).
Khilafah, Imamah, Sulthanah
Khilafah menurut Ibn Khaldun adalah pemerintahan yang berlandaskan Agama yang memerintahkan rakyatnya sesuai dengan petunjuk Agama baik dalam hal keduniawian atau akhirat. Khilafah adalah pengganti Nabi Muhammad dengan tugas mempertahankan agama dan menjalankan kepemimpinan dunia. Lembaga imamah adalah wajib menurut hukum agama, yang dibuktikan dengan dibai’atnya Abu Bakar sebagai khalifah.
Tetapi ada juga yang berpendapat, imamah wajib karena akal/ perlunya manusia terhadap organisasi sosial. Namun hukum wajibnya adalah fardhu kifayah (Muqaddimah: 191-193). Ibn Khaldun sendiri menetapkan 5 syarat bagi khalifah, Imam, ataupun Sulthan, yaitu:
1.      Memiliki pengetahuan.
2.       Memiliki sifat ‘adil.
3.       Mempunyai kemampuan.
4.       Sehat Panca indera dan badannya.
5.      Keturunan Quraisy.
Ia mengemukakan bahwa orang-orang Quraisy adalah pemimpin-pemimpin terkemuka, original dan tampil dari bani Mudhar. Dengan jumlahnya yang banyak dan solidaritas kelompoknya yang kuat, dan dengan keanggunannya suku Quraisy memiliki wibawa yang tinggi.
Tetapi menurut Ibn Khaldun hal ini jangan diartikan bahwa kepemimpinan itu dimonopoli oleh suku Quraisy, atau syarat keturunan Quraisy didahulukan daripada kemampuan. Ini hanya didasarkan pada kewibawaan dan solidaritas yang tinggi pada suku Quraisy pada saat itu, hingga ketika suku Quraisy telah dalam keadaan tidak berwibawa, atau ada suku lain yang mempunyai ‘ashabiyyah yang tinggi dan kebibawaan yang tinggi, dan juga kepemimpinan dari suku Quraisy sudah tidak dapat lagi diharapkan, maka kepemimpinan dapat berpindah ke suku atau kelompok lain yang mempunyai kewibawaan, solidaritas, dan kemampuan yang lebih. Pemikiran Ibn Khaldun dalam hal ini mirip dengan pemikiran Al-Mawardi ataupun Ghazali, bahwa khalifah haruslah dari golongan Quraisy.
Bentuk-Bentuk Pemerintahan
 Ibn Khaldun berpendapat bentuk pemerintahan ada 3 yaitu:
1.      Pemerintahan yang natural (siyasah thabi’iyah): yaitu pemerintahan yang membawa masyarakatnya sesuai dengan tujuan nafsu. Artinya, seorang raja dalam memerintah kerajaan (mulk) lebih mengikuti kehendak dan hawa nafsunya sendiri dan tidak memperhatikan kepentingan rakyat yang akibatnya rakyat sukar mentaati akibat timbulnya terror, penindasan, dan anarki. Pemerintahan jenis ini pada zaman sekarang menyerupai pemerintahan otoriter, individualis, otokrasi, atau inkonstitusional.
2.      Pemerintahan yang berdasarkan nalar (siyasah ‘aqliyah): yaitu pemerintahan yang membawa rakyatnya sesuai dengan rasio dalam mencapai kemaslahatan duniawi dan mencegah kemudharatan. Pemerintahan yang berasaskan Undang-undang yang dibuat oleh para cendekiawan dan orang pandai. Bentuk Pemerintahan seperti ini dipuji disatu sisi tetapi dicela disatu sisi. Pemerintahan jenis ini pada zaman sekarang serupa dengan pemerintahan Republik, atau kerajaan insitusional yang dapat mewujudkan keadilan sampai batas tertentu.
3.     Pemerintahan yang berlandaskan Agama (siyasah Diniyyah), yaitu pemerintahan yang membawa semua rakyatnya sesuai dengan tuntunan agama, baik yang bersifat keduniawian maupun keukhrawian. Menurut Ibn Khaldun model pemerintahan seperti inilah yang terbaik, karena dengan hukum yang bersumber dari ajaran Agama akan terjamin tidak saja keamanan dan kesejahteraan di dunia tetapi juga di akhirat. Dan karena yang dipakai sebagai asas kebijaksanaan pemerintahan itu adalah ajaran Agama, khususnya Islam, maka kepala Negara disebut Khalifah dan Imam. karena sebagai pemimpin dia ibarat Imam Shalat yang harus diikuti oleh rakyatnya sebagai makmum (Muqaddimah: 191).

Tahapan Timbul Tenggelamnya Peradaban
Berdasarkan teorinya ‘ashabiyyah, Ibn Khaldun membuat teori tentang tahapan timbul tenggelamnya suatu Negara atau sebuah peradaban menjadi lima tahap, yaitu: (Muqaddimah: 175) :
  1. Tahap sukses atau tahap konsolidasi, dimana otoritas negara didukung oleh masyarakat (`ashabiyyah) yang berhasil menggulingkan kedaulatan dari dinasti sebelumnya.
  2.  Tahap tirani, tahap dimana penguasa berbuat sekehendaknya pada rakyatnya. Pada tahap ini, orang yang memimpin negara senang mengumpulkan dan memperbanyak pengikut.
  3.  Tahap sejahtera, ketika kedaulatan telah dinikmati. Segala perhatian penguasa tercurah pada usaha membangun negara.
  4. Tahap kepuasan hati, tentram dan damai. Pada tahap ini, penguasa merasa puas dengan segala sesuatu yang telah dibangun para pendahulunya.
  5.  Tahap hidup boros dan berlebihan.
Tahap-tahap itu menurut Ibnu Khaldun memunculkan tiga generasi, yaitu:
  1. Generasi Pembangun, yang dengan segala kesederhanaan dan solidaritas yang tulus tunduk dibawah otoritas kekuasaan yang didukungnya.
  2. Generasi Penikmat, yakni mereka yang karena diuntungkan secara ekonomi dan politik dalam sistem kekuasaan, menjadi tidak peka lagi terhadap kepentingan bangsa dan negara.
  3. Generasi yang tidak lagi memiliki hubungan emosionil dengan negara. Mereka dapat melakukan apa saja yang mereka sukai tanpa mempedulikan nasib negara.
Impian yang tercapai kemudian memunculkan sebuah peradaban baru. Dan kemunculan peradaban baru ini pula biasanya diikuti dengan kemunduran suatu peradaban lain (Muqaddimah: 172). Tahapan-tahapan diatas kemudian terulang lagi, dan begitulah seterusnya hingga teori ini dikenal dengan Teori Siklus.

Mimpi

ketika mimpi ituh tak pernah tercapai
apakah semua kan padam sampai disituh
mungkin iya mungkin juga tidak
akankah semua yang kita lakukan begituh berharga
aku benci saat keinginan itu tak pernah ada di hadapanku
hanya impian yang selalu terbayang dalam pikiran ku
mungkinkah mungkinkah dan mungkinkah
kata itulah yang selalu terucap dibibirku
tuhann,,,,,,,,,,,,,,
cintakah kau padaku
sayangkah kau padaku
aku tau kau pasti tau keiinginanku
aku ingin bahagia
tapi sampai kapan
apakah harus seperti ini dulu
agar aku bahagia,,
tapi aku tidak bisa
aku kesal pada diriku
seakan tak pernah ada
yang memperdulikan aku
hidup seperti patung
yang tidak bisa apa-apa
hanya di lihat oleh orang
pediiiihhhhhhhhhnya
hatii ini,,